Suara Tunggal Bahana - Dikisahkan turun temurun, konon Genjring Jawa atau Terbang Jawa yang berjumlah lima buah adalah warisan salah satu Wali Sembilan, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga. Genjring Jawa isi lima menjadi simbol Lima Rukun Islam. Antara lain yang pertama dan kedua adalah dua buah Bass atau Gong Jawa: yang melambangkan Syahadat dan Sholat lima waktu. Ketiga adalah Induk yang melambangkan Zakat. Ketiganya wajib ada. Nomor empat dan lima adalah dua buah Kempling yang melambangkan Puasa dan Haji.
Contoh gambar di atas merupakan pesanan Stikes Bhamada Slawi, Tegal, Jawa Tengah yang (hanya) menggunakan empat buah saja. Kolaborasinya adalah 4 Genjring Rebana dan 4 Genjring Jawa. Jumlah totalnya adalah 8 buah. Hal ini dipilih tentu bukan tanpa alasan. Kenapa tidak lima sekalian agar sempurna seperti Rukun Islam?
Kempling yang seharusnya dua buah hanya mengambil satu. Karena dengan satu buah pun_dengan kemahiran pemain, maka akan berbunyi dua suara, istilahnya diraple. Alasan lain, bagi yang tidak mampu membeli lima buah, bisa dianalogikan bahwa pembeli adalah orang yang belum mampu berhaji.
Tapi bukan berarti Stikes Bhamada Slawi tidak mampu berhaji, yah?
0 comments:
Posting Komentar