Minggu, 22 September 2013

Pandangan Kami Tentang Rumus Rebana Versi Habsyi dan Banjari

Suara Tunggal Bahana - Pencarian alat Rebana versi Banjari dan Habsyi adalah salah satu kata kunci terbanyak yang masuk pada data statistik situs kami. Di bawah ini hanyalah pandangan kami selaku pengrajin rebana dan pribadi tentang kedua rumus alat rebana tersebut. Mungkin menurut Anda berbeda, silakan tulis ulasan Anda juga di bagian komentar.

Rumus versi Habsyi
 
Lama kami menikmati dan mencermati instrumen musik Hadrah versi Habsyi dengan ciri khasnya Bass Mika dan Darbuka. Ketukan Rebana yang dimainkan sebenarnya hampir sama dengan ketukan rebana versi lainnya, seperti Banjari. Yang berbeda dari versi Hadrah lainnya adalah instrumen Bass dari mika atau head yang dipukul dengan hasil suara " Dug-dug ! " dan bukan " Dung-dung..." seperti lazimnya Bass dengan pantulan suara dari kulit.
 
Kemudian Bass Tung atau Tam Bass, dipukul jarang namun kontinue diantara jeda suara Bass Mika dan menuju reff dengan tambahan variasi.
 
Instrumen lain dari Rebana veris Habsyi adalah kolaborasi Dumbuk Pinggang, Gendang Calti, Dumbuk Batu atau Darbuka yang dipukul padat, cepat, dan variatif. Apalagi ketika diiringi dengan nyanyian berirama cepat. Kami memandang itu sebagai adopsi atau upgrade dari rumus Dumbuk dari aliran musik Marawis. Demikian halnya dengan dua buah Keprak yang hampir selalu dipukul pada sela-sela alat musik lain serta jeda lagu. Keduanya dipukul rampak, bersautan atau berselingan.
 
Rebana versi Banjari
 
Rebana Hadroh versi Banjari lebih membumi, original, dan adem didengarkan. Sebab semua membran, baik Rebana maupun Bass-nya, terbuat dari bahan kulit. Tidak ada tambahan alat yang ketukannya terbuat dari bahan selain kulit.

Bagaimana menurut Anda?





2 comments:

SALES SOCOMEC UPS mengatakan...

paket hadrah lengkap jeparaan berapa harga

Solichin Toip Musik mengatakan...

Ini linknya mas. Monggo dipilih :)
http://www.solichin-toip.com/2012/08/rebana-hadrah-habib-syeh-i.html